Postingan

untuk apa bertanya?

siang ini setelah menyantap makan siangku (tentunya ayam lauknya), aku mencoba menjadi yang pertama memulai pembicaraan dengan pria itu yang sekarang tampaknya semakin sibuk dengan persiapan-persiapan menjelang natal. aku ajak dia berbicara but i pretend that this conversation not important for me (padahal penting). dia mulai menunjukkan gesture tubuhnya bahwa dia sudah siap untuk mendengarkan apa yang kuceritakan. baiklah pikirku, berarti dia serius dan sedang tidak terganggu pikiran apapun. begini... (aku mulai bercerita latar belakang sebelum aku bercerita inti permasalahannya) ... nah setelah itu lanjutku. aku menyadari kalau ternyata perasaan ke dia tidak sekuat perasaan sebelumnya, entah kenapa kali ini terlalu banyak pertikaian yang terjadi mungkin itu karena jarak saja tapi ternyata bukan, ternyata keras kepala yang sepertinya berimbang sehingga ketika terjadi gesekan, tidak ada jalan keluar dan akhirnya diam satu sama lain, yaa diam adalah satu-satunya cara untuk mendingin...

just listening

pada suatu ketika aku melihat seorang pria termenung diantara kesibukannya yang seolah berganti dan tak pernah habisnya. entah apa yang dia kerjakan daritadi setelah menyelesaikan pekerjaan rutinnya membuat bahan diskusi, kegiatannya juga tak jelas menonton tv tetapi sambil mendengarkan lagu dari mp3 laptopnya, sambil bermain candy crush juga (dasar pria sok multi tasking bisikku).  kemudian selang waktu dia melihat recent updates dari stupidphone nya, ada beberapa teman bbmnya yang heboh teriak-teriak "wisuda!". selang beberapa menit dia ngecek lagi, masih sama kebisingan yang muncul-muncul di ru nya. sesaat dia terngiang dan membuka folder fotonya waktu wisuda tahun lalu, tidak ada hingar bingar yang mencolok hanya beberapa anggota inti dan beberapa orang terdekat yang muncul ditiap gambar tersebut, katanya dalam hati "SEDERHANA" but it feels like heaven falling to the ground ya jatuh dijogja itu surga katanya (sepertinya pria ini mulai stres karena tugas yan...

tanggal 13 dan sudah 4 tahun = my fav 17 #everlast #maybethelast

mungkin ini tulisan terakhir (mungkin) karena memang terlalu banyak dan tampaknya tak habisnya peristiwa yang ingin kuceritakan tentangnya maksudku tentang mereka. dari awal saya sudah pernah menuliskan bahwa mengawali kisah mereka, pria itu meyakini bahwa alam mendukung keputusannya ketika dia akan memadu janji dengan perempuan unik itu, dan dari situ segala sesuatunya di mulai. perlu pembaca ketahui bahwa sebelum hubungan mereka terjalin, pria itu termasuk sosok lelaki yang terlalu suka dengan kesibukan yang di suka terutama dengan teman. tambah lagi ketika itu si pria ini sedang aktif-aktifnya di dalam badan eksekutif mahasiswa di kampusnya. dan itu juga masih terjadi ketika mereka sudah memiliki status yang jelas. terkadang pria itu beralasan pekerjaan dan bahkan kadang jarang sekali menyapa perempuan itu di lingkungan kampus, tapi meskipun begitu seluruh kampus dan organisasi kegiatan mahasiswa di kampus itu sudah tau, ya bahkan juga kadang jadi bahan pembicaraan di kalangan dose...

REASON

People come into your life for a reason, a season or a lifetime. When you figure out which one it is, you will know what to do for each person. When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty; to provide you with guidance and support; to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend, and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled; their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on. Some people come into your life ...

me, myself, and Rim

the biggest enemy is our self, begitu para pemikir dan para pengamat karakter dan sikap manusia, ya mungkin quote ini muncul berdasarkan pengalaman yang berulang dan menjadi sebuah kesimpulan pribadi yang menjadi konsumsi umum..  kenapa kalimat tersebut mencuat dan menjadi kalimat yang paling sering dipakai ketika seseorang dalam menjalani kehidupannya? apakah orang lain juga ga termasuk? mereka yang berusaha menjatuhkan kita dengan sindiran, dengan yg anggap sepele, tidak memperhitungkan? bukankah itu juga berdampak bagi pengembangan diri pribadi? bukankah relasi kita dengan orang lain adalah sebuah kebutuhan? meskipun disaat yang sama orang lain bisa menerkam juga menusuk kita dari belakang? ya bukan berarti aku tidak setuju dengan quote yang tersebut di awal tulisan ini, tapi saya pribadi juga tidak memutlakkan hal tersebut. ber-relasi dengan orang lain itu sangatlah penting. mereka ku sebut dalam bahasaku seperti udara yang keluar masuk di paru-paru. kadang paru-paru itu...

25th years

Gambar
ulangtahun itu sebuah ritual yang sangat menyenangkan, seolah menjadi rutinitas ucapan syukur setiap tahunnya. moment spesial secara pribadi dan biasanya menjadi kenangan yang selalu diingat. aku ingat sewaktu kecil ulangtahun ke 9 (kalau gak salah). aku merasa seperti seorang raja diantara anak-anak kecil yang lain. pakai topi, duduk di depan sendiri dan ditengah, baju dan pakaian yang baru, kemudian hiasan-hiasan yang dibuat hanya untuk aku, dan teman-teman duduk di tikar dengan manisnya. semua mata tertuju kepada saya (hahahahhha, kebanggaan).  ahk beneran betapa indah masa-masa ulangtahun ketika masa kecil.  kemudian sang waktu berjalan terus tanpa menghiraukan itu moment terbaik atau tidak, dia tetap berlalu begitu saja, memang dah si waktu ini ga memihak siapapun. tapi aku suka dia. semakin hari tahun tambah tahun, ritual itu pun berlangsung sedemikian rupa, semua berjalan begitu-begitu saja. ketika sesuatu berjalan berangsur-angsur maka makna dari rutinitas itu aka...

sedikit tugas teater (dulu)

TEATER : Our job Suasana begitu ribut di cafeteria lantai 1 gedung agape, banyak mahasiswa yang berkumpul dan melakukan kegiatan mereka masing-masing. Aku memfokuskan diri kepada satu kelompok orang yang sedang berdiskusi di meja yang dijadikan mereka sebagai tempat untuk berdiskusi. Selanjutnya aku semakin tertuju pada seseorang yang menjadi salah satu anggota kelompok tersebut, dia seorang gadis dengan wajah bersih dan kulitnya putih cerah tapi tidak seperti orang yang pucat, tinginya sekitar 167cm dan badannya lumyan menarik perhatianku. Aku mengamatinya selama lebih kurang 15 menit dan selama itu aku melihat banyak hal yang dilakukannya selama mengikuti diskusi bersama temannya. Diawal aku memperhatikan dia kelompok ini(termasuk dia) sudah mulai berdiskusi dan tampaknya sudah ada hasil yang tingal dipindakan kecatatan masing-masing orang. Dia duduk disebelah teman dikirinya dan didepannya ada seoarng lagi. Dia menulis dan menulis sepertinya dia begitu serius dengan apa yan...